Renungan Firman Tuhan
BAGAIMANA KESETIAAN KITA TERUJI?
Ayat utama: 2 Tawarikh 32:25 dan 2 Raja-raja 20:15–21 Kesetiaan kita diuji ketika menghadapi kesulitan, tetapi juga ketika menikmati keberhasilan dan kelimpahan. Dalam kesulitan, kita belajar bergantung kepada Tuhan. Dalam keberhasilan, tersingkap apakah hati kita tetap bersyukur dan rendah hati. 1. Jangan menjadi terbiasa dengan kebaikan Tuhan Hizkia mengalami pertolongan, kemenangan, kesembuhan, bahkan tambahan umur 15 tahun. Namun, setelah menerima begitu banyak kebaikan Tuhan, hatinya menjadi angkuh. Kita pun dapat mulai menganggap berkat sebagai sesuatu yang sudah seharusnya diterima. Karena itu, semakin banyak kita menerima anugerah Tuhan, seharusnya semakin besar pula rasa syukur kita. Pelayanan menjadi respons atas kebaikan-Nya, bukan sarana mencari pengakuan. 2. Jangan biarkan persembahan berubah menjadi rutinitas Persembahan mencakup waktu, tenaga, kehadiran, dan pelayanan kita kepada Tuhan. Seseorang dapat tetap beribadah, melayani, bernyanyi, bahkan membaca Alkitab, tetapi kehilangan kerinduan dalam hatinya. Tuhan melihat motivasi di balik setiap tindakan kita. Karena itu, jagalah agar kehidupan rohani tetap dijalani dengan kasih dan ucapan syukur. 3. Keputusan hari ini berdampak pada generasi berikutnya Ketika mendengar bahwa keturunannya akan mengalami penderitaan, Hizkia merasa cukup selama ada damai dan keamanan sepanjang hidupnya. Dalam khotbah ini, respons tersebut menjadi peringatan terhadap sikap yang hanya memikirkan kenyamanan diri sendiri. Cara kita berbicara, memperlakukan orang lain, menghadapi masalah, dan menyembah Tuhan membentuk pemahaman keluarga kita tentang Tuhan. Anak-anak belajar melalui kehidupan yang mereka lihat setiap hari. Keberhasilan pelayanan perlu disertai perhatian terhadap kehidupan rohani keluarga. Jangan sampai kita membangun banyak orang, tetapi mengabaikan orang-orang terdekat. 4. Tiga cara menjaga hati dalam segala keadaan - Tetap setia. Teruslah berjalan bersama Tuhan ketika keadaan baik maupun sulit, ketika dilihat orang maupun ketika tidak ada yang memperhatikan. - Bangun identitas di dalam Kristus. Kekayaan dan keberhasilan bukan ukuran kebenaran seseorang. Dasar identitas kita adalah karya Kristus di salib. - Tetap bersedia berkorban. Jangan biarkan kenyamanan menghentikan ketaatan. Mengikut Tuhan terkadang menuntut kita melangkah keluar dari kenyamanan. 5. Yesus adalah teladan dan sumber kesetiaan kita Hizkia pernah gagal, dan kita pun dapat gagal. Namun, Yesus tetap setia dalam pencobaan, popularitas, penderitaan, hingga salib. Ia menggunakan kuasa-Nya untuk menyelamatkan dan memulihkan. Kesetiaan kita bertumbuh ketika kita menyadari kesetiaan Kristus kepada kita. Saat menyadari kegagalan, kita diajak kembali kepada-Nya dan mengizinkan Roh Kudus memperbarui hidup kita. Anugerah Tuhan memampukan kita untuk berubah dan kembali hidup bagi-Nya.
Pelayanan Pastoral
Kami hadir untuk mendampingi Anda dan keluarga melalui doa, penguatan iman, dan pelayanan pastoral yang berlandaskan Kasih Kristus.
Silakan mengisi formulir berikut sesuai kebutuhan pelayanan Anda. Informasi yang Anda sampaikan akan dijaga kerahasiaannya dan digunakan untuk keperluan pendampingan pastoral.
Selamat Datang di Persekutuan Doa HOPE

Persekutuan Doa HOPE yang dibentuk pada 22 Juli 2024 adalah komunitas Kristen oikumene dan interdenominasi di Kota Malang yang hadir untuk memberitakan kebenaran dan kasih Kristus, sehingga menjadi berkat bagi semua orang tanpa memandang latar belakang gereja.
VISI
Mewujudkan dan membimbing tiap pribadi menemukan kebenaran sejati, merasakan kasih Kristus, memperdalam iman, serta menyebarkan kebaikan bagi masyarakat.
MISI
1. Memberitakan kebenaran firman Tuhan dan kasih Kristus dengan cara yang relevan, sederhana, dan mudah dipahami.
2. Membangun komunitas Kristen yang terbuka, oikumene, and interdenominasi, tanpa membedakan latar belakang gereja maupun denominasi.
3. Menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, Kota Malang, dan bangsa melalui pelayanan serta tindakan kasih yang nyata.
Mengenal Pastor Kami

Melayani Tuhan sejak usia 10 tahun, Pastor Filicia Chandrawati terus bertumbuh dalam panggilan dan kecintaannya kepada pelayanan hingga akhirnya mulai menggembalakan Persekutuan Doa HOPE pada usia 39 tahun.
Kerinduannya adalah melihat setiap pribadi mengenal Kristus secara pribadi, bertumbuh dalam kebenaran Firman, dan hidup dalam pengharapan yang membawa dampak bagi banyak orang.
Selain melayani sebagai Gembala Persekutuan Doa HOPE, ia juga dikenal sebagai seorang pengusaha dan penulis lagu rohani. Pengalaman di dunia usaha serta kecintaannya terhadap musik menjadi bagian dari perjalanan hidup yang membentuk cara pandangnya dalam melayani Tuhan
Ia percaya bahwa setiap talenta, kesempatan, dan sumber daya yang Tuhan percayakan dapat digunakan untuk membangun kehidupan, melayani sesama, dan menghadirkan kasih Kristus secara nyata.
Lihat apa yang Tuhan dapat kerjakan melalui kemurahan hati Anda
Kemurahan hati Anda mendukung pelayanan ibadah, pemberitaan Firman Tuhan, pelayanan digital, serta pendampingan dan doa bagi mereka yang membutuhkan.
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan Persekutuan Doa HOPE untuk memberitakan kebenaran dan kasih Kristus. Bersama, kita menjangkau lebih banyak jiwa dan menyaksikan kehidupan dipulihkan dalam Tuhan.

Jadikan Kami Lebih Baik Lagi
Kami ingin mendengar dari Anda! Bagikan kritik dan saran yang membangun agar Persekutuan Doa HOPE dapat terus bertumbuh dalam melayani. Ceritakan juga kesaksian tentang karya Tuhan dalam hidup Anda, yang dapat menguatkan iman dan menjadi berkat bagi sesama.
Isi Formulir berikut untuk membuat kami jadi lebih baik
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan Persekutuan Doa HOPE.



